Peringatan Hari Sumpah Pemuda Ke-98 Tahun 2026, SD Negeri 074063 Botolala Uludumula Gelar Upacara
BOTOLALA 28 Oktober 2028– SD Negeri 074063 Botolala Uludumula menyelenggarakan Upacara Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98 Tahun 2026 dengan khidmat dan penuh semangat kebangsaan pada Rabu, 28 Oktober 2026. Kegiatan yang dimulai tepat pukul 08.00 WIB ini diikuti oleh seluruh siswa, guru, serta staf pegawai sekolah.
Dalam upacara ini, bertindak sebagai Pembawa Acara (MC) adalah Elsa Kurnia Hulu, Pemimpin Upacara dipercayakan kepada Ajud Pratama Harefa, dan pembacaan doa dipimpin secara khusyuk oleh Chelsy Zalukhu. Sementara itu, Kepala Sekolah SD Negeri 074063 Botolala Uludumula, Bapak Anwar Zalukhu, S.Pd, bertindak langsung sebagai Pembina Upacara.
Dalam amanatnya, Bapak Anwar Zalukhu, S.Pd. menyampaikan pidato kebangsaan yang mengusung tema “Patriotik, Gigih, Berempati: Pemuda untuk Indonesia”. Beliau mengingatkan seluruh peserta upacara akan kilas balik sejarah perjuangan para pemuda Nusantara:
"Sembilan puluh delapan tahun yang lalu, pada 28 Oktober 1928, para pemuda dari berbagai penjuru Nusantara melebur perbedaan suku, agama, dan daerah demi satu cita-cita mulia: Indonesia yang merdeka dan bersatu. Peristiwa bersejarah tersebut bukan sekadar deretan kata dalam ikrar, melainkan fondasi kebangsaan yang menegaskan bahwa arah masa depan bangsa ini berada di tangan pemudanya."
Beliau menekankan bahwa tantangan di tahun 2026 telah bertransformasi. Generasi muda tidak lagi berjuang melawan fisik penjajah, melainkan berhadapan dengan pesatnya perkembangan teknologi, dinamika ekonomi global, serta ujian persatuan di era digital. Untuk menjawab tantangan tersebut, Pembina Upacara merincikan tiga pilar utama yang harus dimiliki siswa dan pemuda Indonesia:
PATRIOTIK: Di era modern, sikap patriotik diwujudkan melalui loyalitas, kebanggaan, dan kontribusi nyata bagi kemajuan negeri. Pemuda yang patriotik siap menjaga kedaulatan bangsa, merawat kebinekaan, serta memanfaatkan ilmu pengetahuan dan teknologi demi kemandirian Indonesia.
GIGIH: Kegigihan menjadi modal utama untuk terus belajar, berinovasi, dan bangkit dari kegagalan di tengah dunia yang bergerak cepat. Pemuda yang gigih tidak pantang surut menghadapi ketidakpastian, melainkan menjadikan tantangan sebagai batu lompatan prestasi.
BEREMPATI: Kemajuan teknologi tidak boleh mengikis rasa kemanusiaan. Sikap berempati menuntun pemuda untuk peka terhadap lingkungan sosial, peduli pada ketimpangan sekitar, serta mempererat persatuan bangsa di atas rasa persaudaraan dan gotong royong.
Pesan Khusus dan Nasehat untuk Siswa-Siswi
Secara khusus, Kepala Sekolah memberikan penekanan dan nasehat mendalam kepada seluruh peserta didik SD Negeri 074063 Botolala Uludumula:
"Anak-anakku seluruh siswa-siswi yang bapak banggakan, hari ini kalian tidak lagi dituntut untuk memegang senjata atau berperang di medan tempur melawan penjajah. Namun, medan perjuangan kalian saat ini adalah berperang melawan kebodohan, melawan kemalasan, dan melawan kebiasaan-kebiasaan buruk yang dapat merusak masa depan kalian sendiri."
Sebagai bentuk pelaksanaan perang masa kini tersebut, Pembina Upacara memberikan beberapa nasehat praktis kepada para siswa:
Lawan Kebodohan dengan Rajin Belajar: Jadikan membaca dan menuntut ilmu sebagai kebutuhan harian, bukan beban. Membaca adalah jendela untuk menguasai dunia.
Lawan Kemalasan dengan Disiplin: Datang ke sekolah tepat waktu, mengerjakan tugas tanpa menunda-nunda, dan selalu bersemangat dalam mengikuti setiap pelajaran di kelas.
Lawan Kebiasaan Buruk dengan Pola Hidup Positif: Kurangi penggunaan gawai (gadget) untuk hal-hal yang tidak berguna, tinggalkan sifat suka menunda pekerjaan, serta jauhi sikap tidak jujur dan ketidakpedulian terhadap lingkungan sekitar.
Hormati Orang Tua dan Guru: Keberkahan ilmu dan kesuksesan di masa depan sangat tergantung pada sejauh mana siswa patuh, taat, dan menghormati nasihat guru di sekolah serta orang tua di rumah.
Di akhir pidatonya, Kepala Sekolah menegaskan bahwa visi Indonesia Emas tidak akan terwujud tanpa kerja keras dan dedikasi generasi muda hari ini. "Mari kita genggam erat semangat juang para pahlawan muda 1928. Jadilah pemuda yang patriotik dalam membela bangsa, gigih dalam mengejar cita-cita, dan berempati dalam merawat
kebersamaan," pesan beliau menutup amanatnya.
Usai pelaksanaan upacara bendera, rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan aneka perlombaan edukatif dan ketangkasan antarsiswa yang berlangsung meriah. Pelaksanaan lomba dipandu oleh tim panitia yang terdiri dari:
Bapak Yafao Zebua, S.Pd.
Bapak Syukur Adilman Jaya Hulu, S.Pd.
Bapak Maredi Hulu, S.Pd.
Bapak Samaledi Harefa
Perlombaan tersebut terlaksana dengan lancar atas bantuan dan kerja sama seluruh guru serta staf pegawai sekolah. Setiap momen berharga sepanjang kegiatan
didokumentasikan langsung oleh Bapak Sadeliman Hulu selaku kameramen.
Sebagai puncak acara peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98 di SD Negeri 074063 Botolala Uludumula, kegiatan diakhiri dengan penyerahan hadiah kepada para pemenang lomba, panggung hiburan antarsiswa, serta sesi foto bersama antara guru dan seluruh murid. Seluruh rangkaian acara berjalan tertib, meriah, dan penuh rasa kekeluargaan
Waooh mantap semoga seluruh kegiatan Bapak ibu Guru Hebat, dapat terekspose dan menginspirasi bagi semua kalangan. lanjutkan ....!!
BalasHapusPosting Komentar